Seketika embun menyapa, rintihan hujanpun mencakar pelupuk mata
entah gundah menyengat atau telunjuk tuhan menyapa
entah gundah menyengat atau telunjuk tuhan menyapa
Akankah cahaya kembali menyapaku
Mohon tangguhkan kedua kaki menginjak tangga ketiga
Biarkan lembaran tersulap menjadi puing-puing terindah
Kan kurangkai dalam bingkai mutiara kasih
Tak luput dari penglihatan dan tak lepas dari genggaman
Inikah aku…
Kertas hampir saja menghitam
Ada kelam menghujat
Gelisah menghimpit
Tangan bernanah aneh, sepertinya beracun
Akan kukumpulkan kembali puing tak berguna
Dan kurangkai bukan seperti semula
Lebih indah dan lebih menarik
Meski kaki berdarah-darah
Meski lorong gelap kutempuh
Kuyakin ada cahaya dibalik sana…
Inilah aku jidad-jidad berdosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar